Recent Blog post

TEMA 1 SUBTEMA 1 ( P.B 5 dan 6 )




Anak sholeh/sholeha VI.F semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.... Aamiin
Tetap semangat beribadah dan belajar walaupun dari rumah.
Sebelum mengerjakan tugas anak-anak mendengarkan tausiah, sholat dhuha dan tadarusan.
Lalu, jangan lupa isi daftar hadir dibawah ini ya, klik linknya ya !

👇🏻👇🏻👇🏻

=======================================================

ABSEN KEHADIRAN 

======================================================

👆🏻👆🏻👆🏻
Satuan Pendidikan : SD Al – Azhar 2 Bandar Lampung
Kelas / Semester   : VI / 1
Tema 1                    : Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1            : Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran        : 5 dan 6

A.   TUJUAN PEMBELAJARAN

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1.       Setelah membaca teks tentang ASEAN dan kondisi geografisnya, siswa mampu menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar.
SBdP
1.       Setelah melakukan uji coba dengan bahan patung, siswa mampu menemukan cara membuat patung dengan tepat.
2.       Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan, siswa mampu mencoba membuat patung dengan lebih terampil.

B.   RINGKASAN MATERI

IPS

Pemanfaatan Kondisi Geografis di Asia Tenggara
Setiap negara di Asia Tenggara memiliki kondisi geografis yang beragam.
Keberagaman kondisi geografis tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk
berbagai aktivitas sebagai berikut.
1.       Indonesia
Dataran rendah yang luas dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan yang menghasilkan padi, sayuran, dan karet. Potensi hutan Indonesia menghasilkan rotan dan kayu jati yang dimanfaatkan sebagai bahan mebel. Ada pula getah yang dihasilkan dari pohon karet. Perairan dimanfaatkan untuk diambil hasil lautnya, seperti ikan, rumput laut, dan garam. Pantai-pantai Indonesia dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. Indonesia juga menyimpan banyak sumber daya alam misalnya hasil tambang. Hasil tambang seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
2.       Malaysia
Sebagian kondisi geografis Malaysia adalah hutan yang luas. Hasil hutan seperti kayu menjadi komoditas ekspor. Sepanjang pantai barat dari Perak hingga Negeri Sembilan dimanfaatkan sebagai lahan pertambangan, seperti kilang minyak di Kuala Trengganu dan timah di Perak. Malaysia juga memiliki perkebunan luas yang menghasilkan karet. Hal ini membuat Malaysia menjadi penghasil karet terbesar di dunia.
3.       Singapura
Kondisi geograis Singapura menyebabkan negara tersebut tidak memiliki banyak sumber daya alam. Usaha pertanian dilakukan secara hidroponik. Akan tetapi, beberapa wilayah dimanfaatkan sebagai lahan peternakan unggas.
4.       Thailand
Kegiatan pertanian banyak dilakukan di sepanjang Sungai Chao Phraya. Hasil pertanian terbesar adalah padi. Bahkan, Thailand dijuluki sebagai lumbung padi utama di Asia Tenggara. Selain hasil pertanian, ada pula hasil pertambangan, seperti timah, timbel, seng, dan mangan yang banyak dijumpai di Semenanjung Thailand. Sungal Mekong dan Chao Phraya, Selat Malaka, dan Teluk Siam dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan penangkapan ikan.
5.       Filipina
Masyarakat memanfaatkan dataran rendah sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Hasil pertaniannya, antara lain jagung, padi, ketela pohon, tebu, dan tembakau. Hasil perkebunannya, antara lain karet, kelapa, dan kayu merupakan komoditas ekspor terbesar Filipina. Kondisi geografis di wilayah Luzon dimanfaatkan sebagai pertambangan emas.
6.       Laos
Dataran Rendah Vientiane dimanfaatkan sebagai lahan pertanian padi, jagung, dan tembakau. Sumber perikanan Laos terpusat di Sungai Mekong yang menghasilkan ikan karper dan ikan perch.
7.       Brunei Darussalam
Sebagian besar bentang alam Brunei menyimpan minyak bumi dan gas alam yang menyumbang 40% pendapatan negara. Minyak bumi dan gas alam tersebar di wilayah Miri dan Kuala Belair. Dataran rendah dimanfaatkan penduduk sebagai lahan pertanian yang menghasilkan padi, kelapa, lada, dan buah-buahan.
8.       Myanmar
Beberapa wilayah di Myanmar menghasilkan sumber daya alam yang beragam. Seperti lembah Sungai Sittang menghasilkan tembakau, Plato Shan menghasilkan teh, dan sayuran banyak dihasilkan di Pantai Arakan Yoma. Wilayah Tenasserim dimanfaatkan untuk wilayah pertambangan yang menghasilkan timah.
9.       Vietnam
Kota Ho Chi Minh yang berada di dataran rendah menjadi pusat industri utama di Vietnam. Industri yang berkembang di Vietnam, antara lain, industri pengolahan makanan, penggilingan padi, dan tekstil. Sebagian dataran rendah juga dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang menghasilkan buah, sayuran, jagung, ubi jalar, dan kopi. Hutan utama di Vietnam menghasilkan kayu jati dan rotan sebagai bahan baku mebel.
10.   Kamboja
Kamboja memiliki Danau Tonle Sap yang merupakan penghasil ikan tawar utama di Kawasan Asia tenggara. Daerah di sekitar Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap sangat subur sehingga dimanfaatkan penduduk untuk pertanian padi, umbi-umbian, jagung, dan buncis. Ada pula hasil perkebunan seperti tembakau dan karet.

SBdP

ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN KARYA SENI PATUNG

Alat Membuat Seni Patung
Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu), dalam pembuatan karya seni patung, diperlukan alat yang digunakan oleh perupa seni untuk memudahkan proses pengerjaan karyanya.
1.       Butsir adalah alat yang terbuat dari kayu dan kawat. Di mana memiliki fungsi untuk memotong, membentuk atau mengurangi tanah liat yang akan dibentuk menjadi patung.

2.       Meja putar merupakan meja yang dapat berputar. Di mana meja putar berfungsi untuk membentuk patung dengan obyek tabung, silinder, ataupun lingkaran.

3.       Alat pahat Alat pahat merupakan alat yang dipakai untuk memahat, membentuk, atau mengurangi bentuk obyek yang berasal dari bahan batu dan kayu.

4.       Tang dipakai dalam membuat seni patung untuk mengencangkan ikatan atau memotong kawat.
5.       Sendok adukan dipakai untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka patung.
Bahan Membuat Karya Seni Patung
Bahan membuat seni patung Dalam proses pembuatan karya seni dibutuhkan beberapa jenis bahan untuk menghasilkan sebuah patung yang punya nilai tinggi dan keindahan. Berikut bahan-bahan yang dipakai untuk membuat seni patung:
1.       Bahan lunak Bahan lunan merupakan bahan yang empuk dan mudah dibentuk. Contohnya, tanah liat, lilin, sabun, dan plastisin.
2.       Bahan sedang Bahan sedang adalah bahan yang kadar kelembutannya tidak lunak dan keras. Pada bahan tersebut baiasanya dipakai teknik pahat menggunakan kayu, contohnya kayu randu, sengan, dan mahoni.
3.       Bahan keras Bahan keras merupakan bahan yang bentuk dan meterialnya keras. Contohnya, kayu jati, kayu ulin, dan batu pualam. Bahan cor Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir gypsum, logam, perak, dan fiber.
4.       Bahan limbah, barang bekas, dan daur ulang Bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat seni patung dengan cara dirakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami.


NOTE:

Untuk hari ini tidak ada latihan soal, hanya mengisi daftar hadir sesuai dengan link yang ada di atas yaa😊namun anak-anak tetap rutin melaksanakan kegiatan sekolah maupun ibadahnya, dan jangan lupa di dokumentasikan ya 
Untuk hari ini yang mengirim foto kegiatan daring ke Ibu guru nomor absen 13-18 🙏😊

Rabu,22 Juli 2020

By : FITRIANAH
Selasa, 21 Juli 2020
18

TEMA 1 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2, 3 DAN 4



Anak sholeh/sholeha VIB semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.... Aamiin
Tetap semangat beribadah dan belajar walaupun dari rumah.

Sebelum mengerjakan tugas anak-anak mendengarkan tausiah, sholat dhuha dan tadarusan.

Lalu, jangan lupa isi daftar hadir dan tugas dibawah materi ya, klik linknya ya ! (Isi sesuai tanggal, kelas, nomor absen, nama lengkap dan kehadiran)


Satuan Pendidikan         : SD Al – Azhar 2 Bandar Lampung
Kelas / Semester           : VI / 1
Tema 1                         : Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                  : Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                : 2, 3 dan 4


A.   TUJUAN PEMBELAJARAN
PPkN
1.       Setelah mendiskusikan cerita, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
2.       Setelah berdiskusi, siswa mampu menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
3.       Setelah mengamati gambar situasi, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga dari sila Pancasila dalam kehidupansehari-hari dengan benar.
4.       Setelah berdiskusi, siswa mampu melakukan refleksi terkait penerapan sila ketiga dari sila Pancasila dengan benar.
5.       Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan dengan tepat.
6.       Setelah berdiskusi, siswa mampu menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan dengan rinci.

BAHASA INDONESIA
1.       Setelah membaca teks tentang perkembangbiakan jagung, siswa mampu menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya dalam bentuk diagram.
2.       Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci menjadi sebuah tulisan.
3.       Setelah membaca teks tentang “Tumbuhan Sumber Kehidupan”, siswa mampu menemukan ide pokok dengan bantuan diagram. 
4.       Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci
5.       Setelah membaca contoh beberapa kesimpulan, siswa mampu menyebutkan ciri-ciri kesimpulan yang baik dengan benar.
6.       Setelah berdiskusi, siswa mampu merumuskan komponen kesimpulan yang baik dengan benar.
7.       Setelah membaca teks laporan, siswa mampu mengumpulkan ide pokok dengan benar.
8.       Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat kesimpulan dari suatu teks menggunakan kosakata baku.

ILMU PENGETAHUAN ALAM
1.       Setelah mengamati bunga, siswa mampu mengidentifikasi perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan manfaatnya dengan benar.
2.       Setelah berdiskusi, siswa mampu melaporkan perkembangbiakan generatif melalui tabel dan manfaatnya dengan benar.
3.       Setelah mengamati dan mencari informasi, siswa mampu mengidentifikasi cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya dengan benar.

4.       Setelah berdiskusi, siswa mampu menyampaikan cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya melalui tabel dengan benar.
SBdP
1.       Setelah mengamati berbagai contoh patung Nusantara, siswa mampu menyebutkan berbagai patung dan cara pembuatannya serta keterampilan yang dibutuhkan.
2.       Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan plastisin, siswa mampu membuat model patung.
3.       Setelah melakukan uji coba dengan bahan patung, siswa mampu menemukan cara membuat patung dengan tepat.
4.       Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan, siswa mampu mencoba membuat patung dengan lebih terampil.

B.   RINGKASAN MATERI

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENERAPAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai nilai - nilai yang dapat dihidupi oleh masyarakat Indonesia.Setiap sila - sila yang terkandung dalam Pancasila,masing - masing memiliki makna sendiri dan dapat diterapkan di kehidupan sehari - hari sesuai yang terkandung dalam makna tersebut, berikut ini beberapa contoh sikap positif yang sesuai dengan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
a.    Sikap yang sesuai dengan sila pertama
Sila pertama pancasila berbunyi : Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai umat beragama pada Tuhannya. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut :
  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing
  2. Menjalankan perintah agama sesuai ajaran yang dianut masing-masing
  3. Saling menghormati antarumat beragama
  4. Tidak memaksakan suatu agama pada orang lain

b.    Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua
Sila kedua pancasila berbunyi : Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semuanya sama didunia ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut:
  1. Tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan
  2. Menyadari bahwa kita diciptakan sama oleh Tuhan
  3. Membela kebenaran dan keadilan
  4. Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama
  5. Tidak melakukan diskriminatif
c.  Contoh sikap yang sesuai dengan sila ketiga.
Sila ketiga pancasila berbunyi : Persatuan Indonesia. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga Negara Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut:
  1. Cinta pada tanah air dan bangsa
  2. Menjaga nama baik bangsa dan Negara
  3. Tidak membangga banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri
  4. Ikut serta dalam ketertiban dunia
  5. Menjunjung tinggi persatuan bangsa
  6. Mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
    IPA

    Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan

    Pernahkah kalian melihat pohon pisang tumbuh membentuk rumpun atau kumpulan pohon pisang di sekitarnya? Atau mungkin kalian pernah memperhatikan tumbuhan cocor yang memiliki tunas di ujung daunnya. Contoh-contoh di atas merupakan cara perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi perkembangbiakan vegetatif alami dan vegetatif buatan.

    1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

    Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif alami, antara lain menggunakan umbi lapis, umbi batang, umbi akar,akar tinggal, geragih, tunas, tunas adventif.
    1)       Umbi batang
    Coba kalian perhatikan umbi yang terdapat pada tanaman kentang! Kalian akan menemukan bakal-bakal tunas yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Kentang termasuk tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang.
    Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas.
    2)       Umbi lapis
    Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas umbi lapis tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan akar serabut.
    Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis, antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
    Perkembangbiakan umbi lapis dimulai dengan tumbuhnya siung pada tunas ketiak yang paling luar. Pada awal pertumbuhannya, siung mengambil makanan dari induknya. Jika siung itu telah berdaun dan berakar, siung itu dapat membuat makanannya sediri dengan melakukan fotosintesis.
    3)       Umbi akar
    Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan tumbuhan baru.
    Contoh tumbuhan yang memiliki umbi akar, antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong.
    Pada singkong umbi akarnya tidak dapat untuk berkembang biak, karena tidak ada pangkal batangnya. Sedangkan umbi akar pada dahlia dan wortel dapat untuk berkembang biak karena ada tunas pada pangkal batangnya.

    4)       Akar tinggal (rizom)
    Akar tinggal adalah batang yang seluruhnya berada dan tumbuh menjalar di permukaan tanah. Tunas tumbuhan baru tumbuh dari ketiak sisik setiap buku akar tinggal.

    Contoh tumbuhan yang memiliki akar tinggal, antara lain kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.

    5)       Geragih
    Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah, kemudian membelok ke atas. Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun. Tunas-tunas itu tumbuh menjalar dan tidak tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap berhubungan.
    Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah antanan, arbei, rumput teki, dan strowberi.
    6)       Tunas
    Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas ini akan tumbuh terus.
    Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan tebu.

    7)       Tunas adventif
    Perhatikan gambar di atas! Tumbuhan seperti tampak pada gambar di samping berkembang biak dengan tunas adventif.
    Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh tidak di ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini tumbuh di bagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas, seperti pada bagian daun dan akar.
    Contoh tumbuhan yag berkembang biak dengan tunas adventif adalah cocor bebek, sukun, cemara, dan kersen/talok.

    8)       Spora
    Spora berfungsi sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji. Untuk bentuk spora ini serupa dengan biji, namun bentuknya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Spora dapat dilihat dengan bantuan alat yang disebut dengan mikroskop. Spora ini berasal dari sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan.

    Tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora antara lain seperti paku, jamur, ganggang dan suplir. Spora terdapat pada daun tumbuhan bagian belakang, berbentuk serbuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut dengan sporangium.

    Dalam perkembangbiakan pada jamur yang tumbuh liar di kebun terjadi pada saat spora jatuh ke tanah yang lembab dan subur. Spora yang jatuh tersebut berubah menjadi alat perkembangbiakan dan mengisap makanan, hingga akhirnya tumbuh menjadi tumbuhan jamur yang baru.


    1. Perkembangbiakan vegetatif buatan

    Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan bantuan manusia.
    Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/ mengenten, stek, dan merunduk.
    1)       Mencangkok
    Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.


    2)       Menempel (okulasi)
    Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis.
    Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.
    3)       Menyambung/mengenten
    Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
    Perhatikan contoh berikut!
    Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.


    4)       Stek
    Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.
    Selain stek batang dikenal pula stek daun dan stek pucuk. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek pucuk antara lain teh dan anak nakal (teh-tehan). Sedangkan tumbuhan yag diperbanyak dengan stek daun antara lain begonia dan sanseviera.

    5)       Merunduk
    Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong.
    Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.

    Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian.
    Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetatif buatan.
    a.       Sifat tumbuhan baru sama persis dengan sifat tumbuhan induknya. Jika tumbuhan unggul maka tumbuhan baru pun akan bersifat unggul.
    b.       Cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.
    Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalah sebagai berikut.
    a.       Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang. 
    b.       Perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit keturunan atau tumbuhan baru.
    c.       merusak tumbuhan induk.


    BAHASA INDONESIA

    Ide Pokok Teks Laporan


    Setiap teks laporan memiliki ide pokok. Ide pokok dalam teks laporan bisa lebih dari satu. Akan tetapi, ide-ide pokok tersebut disajikan dalam beberapa paragraf.


    Ide pokok dalam suatu paragraf dapat ditemukan dengan langkah-langkah berikut.

    1. Bacalah isi paragraf dengan saksama.

    2. Temukan kalimat utama dan kalimat penjelas.

    3. Temukan informasi yang terdapat dalam kalimat utama.


    Ide pokok yang sudah ditemukan dapat di tulis dalan bentuk diagram. Hal tersebut agar memudahkan dalam memetakan informasi yang terdapat dalam teks laporan secara keseluruhan.

    Berikut contoh penyajian ide pokok dalam bentuk diagram.


     


    Simpulan Teks Laporan
    Selain ide pokok, dalam teks laporan juga terdapat simpulan. Simpulan adalah ikhtisar akhir dari suatu teks. Berikut langkah-lang kah membuat simpulan.
    1.       Bacalah teks secara keseluruhan.
    2.       Temukan informasi penting yang terdapat dalam teks.
    3.       Hubungkan semua informasi yang kamu peroleh menjadil satu pernyataan akhir


    Teks laporan memuat informasi umum dan informasi khusus. Informasi-informasi tersebut dapat ditemukan dengan membaca secara utuh dan saksama. Dalam sebuah teks laporan juga terdapat ide pokok dan juga simpulan.


SBdP

Mengenal Karya Seni Patung

Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang,lebar dan tinggi (volume) serta dapat dinikmati dari segala arah. Umumnya patung diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin manusia atau hanya sekedar untuk dinikmati keindahannya saja. Sementara  Menurut KBBI, seni patung adalah suatu benda yang sengaja dipahat untuk meniru bentuk manusia dan hewan. Sedangkan menurut Mikke Susanto, seni patung merupakan hasil karya tiga dimensi yang dibuat dengan cara mengurangi bahan atau membuat modelnya terlebih dahulu dengan teknik cetak atau cor. Untuk di Indonesia sendiri, seni patung sudah dikenal sejak zaman prasejarah dan terus berkembang hingga sekarang. Berbagai macam bentuk dan ukuran patung bisa ditemui di Indonesia. Jenis dan bahan dasar pembuatan patung juga beragam, ada yang terbuat dari bahan yang lunak seperti kayu, tanah liat dan semen hingga bahan dengan struktur yang keras seperti batu dan logam. Sejarah seni patung di Indonesia erat kaitannya dengan perkembangan seni ukir. Menurut beberapa literatur, orang Indonesia telah mengenal seni  ukir sejak tahun 1500 SM. Nenek moyang orang Indonesia saat itu mengukir kapak batu dengan menggunakan peralatan sederhana. Motif yang dibuatnya pun masih sangat sederhana, berupa garis, titik atau lengkungan. Pada tahun 500-300 SM, seni ukir mengalami perkembangan. Dalam dekade tersebut, masyarakat mulai menggunakan bahan perunggu, emas dan perak untuk diukir. Bahkan, mereka telah mengenal teknik cor sendiri, sehingga motif ukiran yang dihasilkan mulai beragam.


Fungsi seni patung Dalam seni patung ada beberapa fungsi, antara lain:

1.       Patung Religi merupakab patung yang mempunyai unsur dan makna religus. Biasanya dipakai untuk sarana beribadah.

2.       Patung monumen dibuat untuk memperingati peristiwa bersejarah. Tidak hanya itu tapi juga untuk mengenang jasa seseorang atau kelompok yang sudah berjasa.

3.       Patung arsitektur dibuat untuk menunjang arsitektur atau kontruksi bangunan. Dengan adanya itu bisa bernilai tinggi karena punya estetika atau keindahan, apalagi sudah dirancang.

4.       Patung dekorasi dibuat untuk menghias suatu bangunan atau memperindah lingkungan. Patung kerajinan Patung kerajian dibuat sebagai hasil karya kerajinan. Selain untuk dinikmati keindahan, bahkan bisa dibeli dengan harga tinggi.
5.       Patung seni dibuat hanya untuk dinikmati keindahan saja atau buat koleksi.

Berdasarkan bentuknya , seni patung terbagi menjadi dua jenis yaitu :
  • Figuratif. Jenis patung figuratif adalah patung yang dibentuk dengan meniru bentuk yang ada dalam kehidupan nyata. Contohnya seperti bentuk  manusia, bentuk hewan, atau bentuk tumbuhan yang di buat sedemikian menyerupai bentuk aslinya.
  • Non Figuratif. Jenis non figuratif merupakan jenis patung yang bentuknya tidak menyerupai bentuk aslinya. Patung jenis ini biasanya hanya menampilkan garis, lekukan atau bagian tertentu dari suatu objek.
Berdasarkan jenisnya, seni patung terbagi menjadi dua kelompok yaitu :
  • Zonde Bosse. Patung jenis Zonde Bosse ini merupakan bentuk patung yang  berdiri sendiri (kanan kirinya lepas) dan tidak menempel pada satu sisi.
  • Relief. Patung jenis relief merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung relief ini menceritakan adegan penting yang terdapat dalam suatu cerita.


================================================================================


Untuk latihan soal terkait dengan materi di atas dapat dikerjakan melalui link dibawah ini 
Link di atas merupakan Link Google Form, dapat dikerjakan sekali saja dengan cara :
1.       pilih kelas
2.    isi kehadiran
3.       mengisi Nama Lengkap
4.       mengisi Nomor Absen (sesuai dengan nomor absen kehadiran yang dishare di grup WA ya, misalnya 29)


NOTE:

Pengerjaan Latihan Soal hanya dilakukan SATU kali saja ya, jika mengerjakan lebih dari 1 maka nilai  yang akan diambil tetap yang dikerjakan pertama kali.


Selasa,21 Juli 2020

By : FITRIANAH
Senin, 20 Juli 2020
17

- Copyright © FITRIANAH - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -