Recent Blog post

Tangga Nada

Tangga nada adalah  susunan nada yang disusun dengan menggunakan rumus interval nada tertentu. Interval nada adalah jarak antara nada satu ke nada yang lainnya. Ada yang jaraknya ½, 1, 1 ½ dan 2. Jarak inilah yang menentukan variasi nada dan jenis tangga nada. Dalam tangga nada, terdapat 3 jenis tangga nada; tangga nada diatonis, tangga nada pentatonis, dan tangga nada kromatis. Di bawah ini adalah penjelasan tentang ketiganya.

Tangga Nada Diatonis
Yaitu tangga nada yang mempunyai 7 nada dan mempunyai 2 macam interval nada yaitu 1 (satu) dan ½ (setengah). Tangga nada diatonis dibagi menjadi 2 macam. Berikut ini adalah penjelasannya.

Tangga Nada Mayor
Tangga nada ini sangat umum digunakan untuk lagu-lagu pop yang bernuansa ceria, semangat dan bahagia.

Tangga Nada Minor
Tangga nada minor dibagi menjadi tiga jenis, yaitu; tangga nada minor asli, tangga nada minor harmonis, dan tangga nada minor melodis. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Tangga Nada Minor Asli
Yaitu tangga nada minor yang hanya memiliki nada-nada pokok dan tanpa adanya nada sisipan. Misalnya A-B-C-D-E-F-G-A (tidak menggunakan tanda kromatis).

2. Tangga Nada Minor Harmonis
Tangga nada minor ini pada dasarnya adalah tangga nada minor yang nada ke-7 nya dinaikkan ½ nada, pada saat naik dan turun nadanya tetap sama.

3. Tangga Nada Minor Melodis
Tangga nada minor ini pada dasarnya adalah tangga nada minor yang nada ke-6 dan ke-7 nya dinaikkan ½ nada pada saat naik (menggunakan simbol kres). Kemudian, diturunkan ½ (menggunakan simbol mol) nada  pada saat turun.

Tangga Nada Pentatonis
Sesuai namanya, tangga nada pentatonis, penta (lima), dan tone (nada) adalah tangga nada yang hanya menggunakan 5 nada pokok. Tangga nada ini populer dikalangan musik blues, rock n’ roll, dan variasi lagu-lagu pop. Tangga nada pentatonis dibagi menjadi 2 yaitu, slendro; dapat dilakukan dengan menyusun nada ke 1 – 2 – 3 – 5 – 6, dan pelog; dapat dilakukan dengan menyusun nada ke 1 – 3 – 4 – 5 – 7.

Tangga Nada Kromatis
Tangga nada ini menggunakan 12 nada yang berjarak 1/2. Kemudian, tangga nada kromatis ini dipengaruhi oleh tanda kromatis, yaitu tanda # (kruis) dan b (mol).

Kamis,09 Januari 2020

By : FITRIANAH
Rabu, 08 Januari 2020
13
Macam – Macam Bangun Ruang
Berikut ini merupakan beberapa macam bangun ruang yang akan dijelaskan dalam artikel ini, yang meliputi penjelasan serta rumusnya lengkap bagi anda. Nah, simak sampai habis ulasan di bawah ini ya!
1.Balok
Balok adalah bangun ruang yang mempunyai 3 dimensi yang dibentuk oleh 6 buah persegi panjang yang semuanya saling tegak lurus, contohnya seoerti jika anda melihat lemari yang ada di rumah anda merupakan salah satu contoh dari bangun ruang balok yang bisa anda temukan dengan mudah di sekitar anda. Berikut ini adalah rumus
Rumus Luas Permukaan Balok
L = 2 ( p.l + p.t + l.t )
Rumus Volume Balok
V = P.l.t
Keliling Balok
K = 4 ( p + l + t )

2.Kubus
Kubus adalah salah satu bangun ruang yang mempunyai panjang rusuk yang sama atau bangun yang mempunyai enam buah sisi yang sama dan juga sebangun, kubus juga termasuk ke dalam bangun ruang tiga dimensi. Berikut ini adalah rumus bangun ruang kubus :
Rumus Diagonal Sisi Kubus
Ds = s√2
Rumus Diagonal Ruang Kubus
Dr = s√3
Rumus Volume Kubus
Volume Kubus = s x s x s atau V = S³

Kamis,09 Januari 2020

By : FITRIANAH 5
Interaksi Manusia dan Lingkungan

Interaksi merupakan merupakan suatu bentuk hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dengan kelompok. Interaksi manusia bukan hanya dengan individu dan kelompok saja, melainkan mencakup interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi. Dalam interaksi tersebut, terjadi berbagai macam permasalahan yang disebut dengan dinamika interaksi. Dinamika ini, mendorong terbentuknya suatu perubahan kepada hal yang baik atau pun hal yang sebaliknya.

Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Interaksi antara manusia dan lingkungan hidup merupakan proses saling mempengaruhi antara satu dan lainnya. Lingkungan hidup memiliki pengaruh besar bagi manusia karena merupakan komponen penting dari kehidupan manusia. Begitupun sebaliknya, manusia memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan hidup dalam hal pemeliharaan dan pelestarian. Lingkungan hidup manusia terdiri atas lingkungan alam, lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi.

1. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah lingkungan yang terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Lingkungan alam mencakup semua benda hidup dan tak hidup yang terjadi secara alamiah di bumi. Lingkungan alam terdiri atas komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan yang bukan makhluk hidup. Lingkungan biotik adalah segala benda hidup yang ada di lingkungan.

Dalam lingkungan alam terjadi interaksi antara lingkungan abiotik dengan lingkungan biotik atau sebaliknya. Bahkan, antar komponen lingkungan biotik dan antar komponen lingkungan abiotik juga terjadi saling keterkaitan. Contoh interaksi antara komponen abiotik dengan biotik adalah tanah, suhu dan curah hujan yang memengaruhi jenis tanaman yang tumbuh suatu daerah.



Lingkungan biotik juga dapat memengaruhi lingkungan abiotik. Contohnya daerah yang banyak tumbuhannya akan membuat suhu udara menjadi lebih sejuk. Daerah yang masih banyak tumbuhannya juga dapat menyimpan air tanah lebih banyak karena tanah di bawahnya dapat menyerap air lebih banyak.

Interaksi antara manusia dan alam dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu interaksi yang menyesuaikan diri dengan alam dan interaksi yang mendominasi alam.
Interaksi manusia yang menyesuaikan diri dengan alam contohnya adalah hidup dekat dengan sumber makanannya. Manusia menyesuaikan waktu tanam dengan musim penghujan, waktu untuk berlayar menyesuaikan dengan keadaan cuaca, menghindari tinggal di daerah rawan bencana alam, dan lain-lain.
Interaksi manusia yang mendominasi alam. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia cenderung melakukan upaya mengambil sumber daya alam. Bahkan, manusia berupaya memodifikasi cuaca dengan mengembangkan teknologi hujan buatan.
Namun demikian, sampai saat ini manusia belum mampu memperkirakan kapan gempa bumi akan terjadi, jam berapa gunung akan meletus, dan seterusnya. Manusia juga tidak mampu menghentikan gelombang tsunami, menghentikan banjir dan lain-lain. Dalam hal ini manusia cenderung berupaya menyesuaikan diri. Sebagai contoh, penduduk yang tinggal di daerah gempa mengembangkan teknologi rumah atau bangunan yang tahan gempa.

2. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Sosial
Manusia perlu berhubungan atau berkomunikasi dengan yang lainnya. Maka terjadilah apa yang dinamakan proses sosial. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan saling memengaruhi antarmanusia. Proses sosial ini akan terjadi kalau ada interaksi sosial. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan kelompok manusia.

Dalam interaksi sosial, hubungan yang terjadi harus secara timbal balik dilakukan oleh kedua belah pihak. Artinya kedua belah pihak harus saling merespon. Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi.
interalsi manusia
Menurut Soerjono Soekanto (2003), kata “kontak” berasal dari bahasa Latin, yaitu berasal dari kata con dan tangere (bersama, menyentuh). Kontak berarti bersama-sama saling menyentuh secara fisik. Dalam pengertian gejala sosial, kontak sosial ini dapat berarti hubungan masing-masing pihak tidak hanya secara langsung bersentuhan secara fisik, Kontak dapat dilakukan melalui surat-menyurat, telepon, sms, dan lain-lain. Dengan demikian hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya interaksi sosial.

Menurut Karl Mannheim, (2003: 65) kontak dapat dibedakan ke dalam dua bagian, yaitu kontak primer dan kontak sekunder. Kontak primer adalah kontak yang dikembangkan dalam media tatap muka, sedangkan kontak sekunder terjadi tidak dalam media tatap muka dan ditandai dengan adanya jarak. Kontak Sekunder dapat dibagi lagi ke dalam dua bagian:
Kontak Sekunder langsung, yaitu kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui alat tertentu, misalnya telepon, internet, surat, sms, dan lain-lain.
Kontak Sekunder tidak langsung, yaitu kontak yang memerlukan pihak ketiga. Misalnya, Ahmad minta tolong kepada Fauzi untuk dikenalkan kepada Fatimah.
Kontak sosial juga dapat berlangsung dalam tiga kegiatan atau bentuk, yaitu:
Antara orang perorangan . Contohnya, seorang bayi yang baru lahir, ia akan melakukan kontak sosial dengan ibunya dan keluarga secara langsung.
Antara perorangan dengan kelompok. Misalnya seorang siswa sedang belajar bersama atau berdiskusi dalam kelompok belajarnya.
Antara kelompok dengan kelompok. Contohnya, seperti kelompok pelajar dari suatu sekolah melakukan studi banding ke sekolah sekolah.

3. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Budaya
Manusia tidak bisa hidup sendiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Manusia mempunyai kecendrungan untuk hidup berkelompok dan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan, termasuk dalam hal perilaku, aturan, nilai, norma, kepercayaan dan adat istiadat yang berlaku di lingkungan .

4. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi adalah faktor ekonomi yang memengaruhi jalannya usaha atau kegiatan ekonomi. Faktor pendukung kegiatan ekonomi adalah kebijakan ekonomi pemerintah, pendapatan masyarakat, sumber daya ekonomi yang tersedia dan sebagainya.

Kamis,09 Januari 2020

By : FITRIANAH 5
Perbedaan Suhu dan Panas

Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat menentukan 
secara tepat derajat panas dan dingin suatu benda. Tangan hanya dapat 
memperkirakan panas dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat 
menjelaskan berapa nilai derajat panas atau dinginnya suatu benda. 
Pernahkah kamu pergi berkemah ke daerah pegunungan? Ketika malam 
hari saat kamu berkemah di daerah pegunungan, kamu akan merasakan 
bahwa cuaca di sekitarmu terasa dingin sehingga kamu memerlukan jaket 
tebal untuk menghangatkan tubuhmu. Lain halnya dengan penduduk 
yang tinggal di dataran tinggi seperti daerah pegunungan. Mereka tidak 
terlalu merasakan hawa dingin karena mereka sudah terbiasa dengan 
hawa dingin di pegunungan. 
Hal tersebut, membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan 
untuk mengukur derajat panas suatu benda karena setiap orang memiliki 
perbedaan dalam merasakan suhu di sekitarnya. Nah, dalam ilmu 
pengetahuan alam untuk menyatakan tingkat panas dinginnya suatu 
keadaan digunakan suatu besaran yang disebut suhu atau temperatur. 
Panas (kalor) dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Energi panas 
merupakan salah satu energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh 
suatu benda. Ketika sebatang logam dipanaskan dengan api, batang 
logam tersebut mendapatkan energi panas dari api. Energi panas 
membuat batang logam tersebut menjadi panas. Ketika batang logam 
tersebut panas, suhunya meningkat. Ketika batang logam menjadi dingin, 
suhunya menurun. Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas 
suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas 
benda tersebut. Satuan suhu yang digunakan di Indonesia adalah derajat 
Celcius (°C). Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Satuan panas 
dinyatakan dalam kalori dan diukur dengan kalorimeter.

Rabu,08 Januari 2020

By : FITRIANAH
Selasa, 07 Januari 2020
1
Macam – Macam Bangun Ruang
Berikut ini merupakan beberapa macam bangun ruang yang akan dijelaskan dalam artikel ini, yang meliputi penjelasan serta rumusnya lengkap bagi anda. Nah, simak sampai habis ulasan di bawah ini ya!
1.Balok
Balok adalah bangun ruang yang mempunyai 3 dimensi yang dibentuk oleh 6 buah persegi panjang yang semuanya saling tegak lurus, contohnya seoerti jika anda melihat lemari yang ada di rumah anda merupakan salah satu contoh dari bangun ruang balok yang bisa anda temukan dengan mudah di sekitar anda. Berikut ini adalah rumus
Rumus Luas Permukaan Balok
L = 2 ( p.l + p.t + l.t )
Rumus Volume Balok
V = P.l.t
Keliling Balok
K = 4 ( p + l + t )

2.Kubus
Kubus adalah salah satu bangun ruang yang mempunyai panjang rusuk yang sama atau bangun yang mempunyai enam buah sisi yang sama dan juga sebangun, kubus juga termasuk ke dalam bangun ruang tiga dimensi. Berikut ini adalah rumus bangun ruang kubus :
Rumus Diagonal Sisi Kubus
Ds = s√2
Rumus Diagonal Ruang Kubus
Dr = s√3
Rumus Volume Kubus
Volume Kubus = s x s x s atau V = S³

3.Limas
Bangun ruang yang berikutnya adalah limas yang memiliki alas segi dengan sisi sisi tegak yang memiliki bentuk segitiga dengan satu sisi, dua rusuk dan satu titik sudut. Berikut ini adalah rumusnya.
Rumus Luas
1/2 x a x t
Rumus Permukaan Limas
alas + jumlah seluruh sisi tegak
Rumus Volume Limas
V= 1/3 x ( 1/2 x Panjang X Lebar ) X Tinggi

4.Prisma Segitiga
Berikutnya adalah prisma segitiga yang termasuk ke dalam bangun ruang tiga dimensi yang mempunyai alas serta atap dengan bentuk segitiga yang memiliki ukuran sama. Berikut ini adalah rumusnya :
Rumus Luas Prisma
2 x Luas Alas + Luas Selimut (Selubung)
Rumus Volume Prisma
V = Luas Alas x Tinggi

5.Kerucut
Kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan selimut yang mempunyai irisan dari lingkaran. Berikut ini adalah rumusnya :
Rumus Volume Kerucut
Rumus Luas Alas Kerucut
L = Ï€.r²
Rumus Luas Permukaan Kerucut
L = Ï€.r² + Ï€.r.s
L = πr. (r + s)
Rumus  Luas Selimut Kerucut
L = π.r.s



Selasa,07 Januari 2020

By : FITRIANAH
Senin, 06 Januari 2020
1
Tangga Nada
Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berurutan.
Misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Ada banyak jenis tangga nada, di
antaranya adalah tangga nada diatonis dan pentatonis. Tangga nada
diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak nada, yaitu satu
dan setengah. Beberapa alat musik seperti piano dan organ memiliki
sistem tangga nada diatonis. Pada sistem tangga nada diatonis, dalam
satu rangkaian nada terdapat 7 nada pokok. Nada kedelapan merupakan
pengulangan nada pertama.
Tangga nada pentatonis, me-
rupakan jenis tangga nada yang
hanya memakai lima nada pokok.
Ragam tangga nada pentatonis
dibedakan oleh jarak antarnada
serta pilihan nada yang didengar.
Berdasarkan nadanya, ada tangga
nada pentatonis yang menggunakan
tangga nada jenis pelog dan tangga
nada jenis slendro. Contoh alat
musik yang menggunakan tangga
nada jenis pelog dan slendro adalah
gamelan Jawa. Selain gamelan Jawa,
ada juga gamelan Sunda, Bali, Madura, dan Batak.
Tangga nada pelog biasanya menggunakan susunan nada yang
berbunyi seperti nada-nada do – mi – fa- sol – si. Salah satu lagu daerah
yang menggunakan tangga nada ini adalah lagu Gundhul Pacul dari
Jawa Tengah. Sedangkan tangga nada slendro biasanya menggunakan
susunan yang berbunyi seperti nada-nada do – re – mi – sol – la. Lagu
yang menggunakan tangga nada ini memberi kesan gembira dan lincah.
Salah satu contoh lagu dengan tangga nada slendro ini adalah lagu
Cublak-Cublak Suweng dari daerah Jawa Tengah.

Selasa,7 Januari 2020

By : FITRIANAH 1
Macam – Macam Bangun Ruang
Berikut ini merupakan beberapa macam bangun ruang yang akan dijelaskan dalam artikel ini, yang meliputi penjelasan serta rumusnya lengkap bagi anda. Nah, simak sampai habis ulasan di bawah ini ya!
1.Balok
Balok adalah bangun ruang yang mempunyai 3 dimensi yang dibentuk oleh 6 buah persegi panjang yang semuanya saling tegak lurus, contohnya seoerti jika anda melihat lemari yang ada di rumah anda merupakan salah satu contoh dari bangun ruang balok yang bisa anda temukan dengan mudah di sekitar anda. Berikut ini adalah rumus
Rumus Luas Permukaan Balok
L = 2 ( p.l + p.t + l.t )
Rumus Volume Balok
V = P.l.t
Keliling Balok
K = 4 ( p + l + t )

2.Kubus
Kubus adalah salah satu bangun ruang yang mempunyai panjang rusuk yang sama atau bangun yang mempunyai enam buah sisi yang sama dan juga sebangun, kubus juga termasuk ke dalam bangun ruang tiga dimensi. Berikut ini adalah rumus bangun ruang kubus :
Rumus Diagonal Sisi Kubus
Ds = s√2
Rumus Diagonal Ruang Kubus
Dr = s√3
Rumus Volume Kubus
Volume Kubus = s x s x s atau V = S³

3.Limas
Bangun ruang yang berikutnya adalah limas yang memiliki alas segi dengan sisi sisi tegak yang memiliki bentuk segitiga dengan satu sisi, dua rusuk dan satu titik sudut. Berikut ini adalah rumusnya.
Rumus Luas
1/2 x a x t
Rumus Permukaan Limas
alas + jumlah seluruh sisi tegak
Rumus Volume Limas
V= 1/3 x ( 1/2 x Panjang X Lebar ) X Tinggi

4.Prisma Segitiga
Berikutnya adalah prisma segitiga yang termasuk ke dalam bangun ruang tiga dimensi yang mempunyai alas serta atap dengan bentuk segitiga yang memiliki ukuran sama. Berikut ini adalah rumusnya :
Rumus Luas Prisma
2 x Luas Alas + Luas Selimut (Selubung)
Rumus Volume Prisma
V = Luas Alas x Tinggi

5.Kerucut
Kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan selimut yang mempunyai irisan dari lingkaran. Berikut ini adalah rumusnya :
Rumus Volume Kerucut
Rumus Luas Alas Kerucut
L = Ï€.r²
Rumus Luas Permukaan Kerucut
L = Ï€.r² + Ï€.r.s
L = πr. (r + s)
Rumus  Luas Selimut Kerucut
L = π.r.s

6.Tabung
Tabung sendiri dibatasi sisi lengkung dengan menggunakan dua buah lingkaran dan merupakan bangun ruang tiga dimensi yang memiliki tutup serta alas yang memiliki bentuk lingkaran dengan ukuran yang sama, sementara pada bagain selimutnya mempunyai bentuk persegi panjang. Berikut ini rumua tabung :
Rumus Volume Tabung
Π . r² . t
Rumus Luas Permukaan Tabung
2.Ï€r² + 2Ï€r . t

7.Bola
Bola adalah salah satu bangun ruang yang permukaannya mempunyai jarak yang sama dengan titik pusat dan bola tersebut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sisi lengkung sehingga untuk lebih lengkapnya anda bisa melihat rumus bola di bawah ini :
Rumus Luas Bola
L = 4.Ï€.r²
Rumus Volume Bola
V = 4/3.Ï€.r³
Demikian penjelasan kali ini mengenai macam macam bangun ruang 

Senin,6 Januari 2020

By : FITRIANAH
Minggu, 05 Januari 2020
3

- Copyright © FITRIANAH - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -